Nature

Nature
keep environment

Tuesday, February 11, 2020

tugas 4

AN INSPIRE FOR ME

          Pada saat pembagian rapor Uas waktu kelas 9 semster 1, itu adalah situasi dimana saya merasa terpuruk dengan nilai hasil capaian saya selama satu semester itu turun. Saya merasa sangat kecewa sekali, tapi saya harus menerima hasil itu dengan lapang dad karena saya yakin dibalikk semua itu pasti ada hikmahnya. Mungkin selama ini saya belajar kurang sungguh sungguh dan selalu bermain main.
          Jujur pola fikir saya waktu itu masih sempit untuk hanya terfokus pada nilai saja, setelah saya berfikir untuk apa nilai besar tapi ilmu kita tidak ada. Sejak saat itu saya tidak pernah memperdulikan dengan nilai ataupun hal lainnya. Yang saya fikirkan hanyalah bagaimana caranya agar mendapat ilmu yang manfaat karena nilai itu tidak ada apa apa nya di banding pengetahuan kita.
          Saya sempat menangis waktu itu,tapi ada salah satu guru  yang menyemangati saya untuk terus berusaha dan tidak pernah menyerah, saya merasa terharu ada seorang  sebaik dirinya untuk saya yang perhatian pada saya, yang peduli pada saya. Saya sangat beruntung bias mengenal dirinya. Kami sudah saling mengenal sejak kelas 7 tapi tidak pernah tau karakternya.
          Dia adalah sosok guru yang periang mudah senyum dan sangat baik. Dia adala guru inggris saya sekaligus kaka bagi saya, ms tia destria. Dia selalu bilang pada saya untuk tetap tersenyum bagaimanapun keadaan nya bagaimana pun situasi yang kita hadapi kita harus tetap tersenyum, aku banyak belajar darinya arti kehidupan yang sebenarnya, bahwa memang allah tidak akan memberikan cobaan luar batas kemampuan umatnya
          Alhamulillah semenjak mendengar kata katanya saya merasa lebih tenang menjalani hidup ini dengan sabar selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Kami sebagai seorang murid dan guru tapi hubungan kami lebih dekat dari itu. Kami punya kesukaan yang sama yaitu suka Bollywood, setiap masuk kelas pun kadang topic kami selalu Bollywood, saya amat merasa dekat ketika bersamanya.


          Dan salah satu momen yang tidak bisa saya lupakan darinya adalah candaan, perhatiaan, dan lelucon dia padaku. Bahkan kami pernah menonton film Bollywood bersama yaitu sanam teri kasam, saya tak tahu kenapa ini kebetulan atau apa kenapa kesukaan kami sama, tapi disamping itu saya sangat bersyukur dan beruntung mengenal seorang seperti dia. She how an inspire to me;)

          Ketika dia mengajar di kelas pun dia begitu ramah, humble, friendly, dan ketika dia mengajar di kelas pun suasana begitu asik, mungkin karena saya juga sangat menyukai pelajaran bahasa inggris meskipun saya tidak mengertiJtapi saya selalu berusaha untuk belajar bahasa inggris meskipun susah,saya harus tetap berusaha. Selain itu,dia juga sering menyemangati saya dan semua murid yang terajar oleh nya
          Inilah sedikit cerita about an inspire for me, dari kejadian itu saya mendapat banyak sekali pelajaran dalam hidup saya, diantaranya kita jangan terlalu ambisius pada suatu hal yang belum tentu hasilnya, kita harus selalu bersyukur. Memang kejadian itu sempat menjadikan saya sedih, tapi disamping itu saya sangat bersyukur dan beruntung mengenal seorang sebaik Ms Tia Destria.  Thanks a lot for all Ms, I’ll always remember your advice.

Tuesday, January 14, 2020

tugas 3

THE LEGEND OF MALIN KUNDANG

Picture 1
Long time ago, in a small village near the beach in West Sumatera, lived a woman and her son, Malin Kundang. Malin including a smart kid but a bit naughty. After growing up, He thought to make a living in the country side in hopes of later on when returning home, he was already a wealthy man, so he said to his mother, “Mother, I want to be a rich man, so I want to go to the country side. Please release me.” His mother was originally less agrees with Malin Kundang, but she finally agreed though with a heavy heart. His mother said, "My son, if you have succeeded , don't you forget about your mother and this village, son,"
Picture 2
In country side, he worked diligently. With tenacity and perseverance in work, Malin gradually managed to become a wealthy man. It has a lot of merchant ships with men of more than 100 people. And then, Malin Kundang marry a girl to be his wife.
Picture 3

After a long time, Malin and his wife went to his village. His mother recognize him and then hugged malin and said, "Malin Kundang, my son, why did you go so long without sending any news?". But do you know what happens then? Malin Kundang immediately release her mother's arms and pushed it down. "Hey woman! How dare you claim to be my mother. Don’t you see? I’m a rich man, and you? You’re just an old, poor, and dirty woman!" said Malin Kundang to his mother. Malin Kundang pretended not to recognize his mother, embarrassed by her mother was old and wearing tattered clothes. "Is she your mother?",asked his wife. "No, she was just a beggar who pretended as my mother to get my property," said Malin to his wife.
She is very sad. She is not expected Him to be a rebellious child. And then, she said while crying, "Oh God, if he is my son, I curse he became a rock". Suddenly, a thunderstorm came. Not long after that, Malin's body slowly becomes stiff and eventually finally shaped into a rock.
And the lesson in this story is, as children, we must respect to our parents. Because every word that our parents say is a prayer for us.